“HASDUK BERPOLA : Kisah Penggalang Tangguh”

“Baiklah adik-adik sekarang akan saya bacakan pembagian regu untuk kegiatan Jambore Ranting III yang akan dilaksanakan sebulan kemudian!” begitu kira-kira kata kakak Pembina PRAMUKA SMP N 1 Baturetno.
Jambore, adalah kata yang sudah tidak asing lagi di telingaku. Sebuah kegiatan perkemahan pramuka dengan serangkaian kegiatan khas pramuka. Telah terbayang dalam pikiranku tidur di dalam tenda, beralaskan tikar yang bersinggungan langsung dengan tanah, beratapkan kain tenda yang tak ada satu meter terbentang di depan mataku, dan tidur berdesakan dengan sahabat-sahabat pramuka.
“Dari sekolah kita akan mengirimkan lima regu, tiga regu putri, dan dua regu putra! Dari seluruh anggota pramuka di gudep kita, sudah pasti tidak bias ikut semua!” lanjut kakak Pembina, kak Zul yang didampingi kak Esti.
Meski tak semua bias ikut, namun aku optimis bisa gabung dalam salah satu regu yang dikirimkan. Aku mendengarkan dengan seksama pembacaan nama anggota regu yang terpilih.
“Regu pertama adalah regu melati dengan pinru Fortunela, dan anggota regunya Faneni, Sinta, Umma, Febria, …” aku berharap namaku ada di dalam regu melati ini, karena regu melati didominasi oleh teman-temanku Penggalang Terap, dan ini jelas regu yang diunggulkan Namun sampai pada nama anggota yang terakhir aku tidak mendapati namaku disitu. Clesss!!
“Regu kedua adalah regu mawar dengan pinru Afina, dan anggota regunya Gadis, Agnes, Angelicha, Viki, …” mendengar namaku disebutkan sebagai pinru, aku tersentak kaget.
‘Aku? Pinru?’ ucapku dalam hati. Regu mawar yang dari Penggalang Terap hanya 3 orang, aku, Gadis, dan Agnes, yang lain adalah adik-adik Penggalang Rakit. Namun aku sedikit menghela napas karena anggota regu mawar yang dari Penggalang Rakit tergolong teman-teman yang aktif dan inovatif.
Setelah siapa saja yang ikut dalam Jambore itu telah dibacakan semua, kami dikumpulkan, diberi penjelasan apa saja yang disiapkan dan diperlukan. Tenda, tongkat yang di cat, pagar, gapura, rak sepatu, gantungan pakaian, pathok, tali, yel-yel regu, dan lain-lain.

“Siapa yang akan jadi wapinrunya?” tanyaku kepada regu mawar. Semua terdiam.
“Kak Gadis!” seru salah seorang penggalang.
“Iya kak Gadis saja!” timpal yang lain.

Dan sejak saat itu, Gadis menjadi wapinru regu mawar.
Minggu-minggu menjelang keberangkatan, kami disibukkan dengan segala persiapan menjelang Jambore. Sepulang sekolah, kami mengecat tongkat, membuat pagar, rak sepatu, dan gantungan pakaian.
Aku sempat down di tengah-tengah persiapan. Regu melati jelas satu langkah didepan kami karena regunya beranggotakan sebagian besar Penggalang Terap. Namun, melihat  semangat teman-teman reguku, regu mawar, aku menjadi bersemangat.

“Kak, kita belum buat gapura!” ucap salah seorang anggota reguku.

Aku berpikir sejenak, mencoba menggali ide-ide untuk pagar. Karena diantara regu yang lain, tinggal reguku yang belum membuat pagar. Akhirnya regu mawar dibantu beberapa teman dari regu putra dan kak Prih membuat gapura.

Kebersamaan reguku pelan-pelan tercipta dari segala kegiatan persiapan jambore. Pengetahuan kami tentang tali temali bertambah pada saat kami mengaplikasikannya dalam pembuatan perlengkapan kemah kami.
—–
Semua perlengkapan telah selesai dipersiapkan, tinggal persiapan yel-yel, latihan drama, latihan pionering, out bond, PBB, dan latihan peta pita. Yel-yel kuharapkan nanti lebih dari satu. Drama menurutku butuh persiapan yang ekstra. Untuk pionering agak sedikit bisa bernapas lega karena nantinya akan diberi arahan oleh kak Sarno di lapangan tanjung, sekaligus latihan kerja sama tim out bond. Untuk PBB, kami hanya latihan ringan mengingat persiapan kami yang lain telah melelahkan. Dan peta-pita untuk nantinya digunakan saat kita mencari jejak.

“Mbak, jargonnya ‘Semangat MAWAR!’,” ucap Viki dengan penuh semangat.
“Iya, dan kita nanti jawabnya ‘Yo…! Yo! Yo! Yo! Yo!’,” timpal yang lain.

Akhirnya setelah melalui diskusi yang panjang, kami mendapatka satu jargon+yel.
“Semangat mawar (Yo…! Yo! Yo! Yo! Yo!)
…pakaialah sepatumu, ayo terus maju, terus berusaha, menjadi juara…
Spensaba3x jaya, Mawarku2x ikutan jaya”

Setelah semuanya setuju, kami membahas yang lain. Untuk yel-yel Viki juga mengusulkan yel-yel dari salah satu SMA di luar daerah untuk dijadikan salah satu yel regu Mawar.

Viki dan Icha yang pernah tau yel-yel itu, mempraktekkannya di depan kami.
Bum! Alae lae bum! Alae lae bum! Gedebuk basket! Gejolak gejola liii…lalilu lilali bum e a e . . . e a e

‘Yel-yel yang aneh,’ begitu gumamku dalam hati, namun yel-yel itu menurutku sangat menumbuhkan semangat regu mawar. Hingga beberapa hari kemudian, lagi-lagi Icha memberikan kontribusi yel-yel lagi.

Yel-yel kali ini menggunakan teknik ‘ganti lirik’ dari Jadikan Aku yang Kedua.
Kami dari regu mawar, disini untuk jadi pemenang, berjuang semangat, untuk meraihnya, walau tak semudah yang kukira. Kami siap untuk menang, walau banyak rintangan menghadang, tetapi ku yakin, untuk meraihnya, walau tak semudah yang kukira. Jadikan kami yang pertama, kutau kita pasti bisa. Walau kami, sederhana, tapi pasti yang utama. La la la. La la la.”

Drama, kami mulai bingung lagi. Regu melati persiapan dramanya telah matang dengan judul Rama-Sinta. Regu anggrek yang dipimpin oleh Defa sepertinya juga telah mempersiapkan drama mereka.
Alhasil, drama tanpa teks yang muncul secara incidental dengan aliran komedi menjadi pilihan kami. “Salah Kutukan” adalah judul yang diambil regu mawar.
—–
Rabu-Jum’at, 13-15 Agustus 2008.
“Semua barang telah masuk ke truk?” tanya kak We-ge.
“Sudah kak!” jawab kami.
Seluruh pasukan penggalang regu melati, mawar, anggrek, singa, dan kuda telah siap dengan pakaian kebanggaan kami. Pakaian  pramuka rapi dengan ikat pinggang, hasduk, topi rimba dan kabaret di kepala kami, tanda regu dan pangkat penggalang di lengan kiri. Serta tanda pinru di bawah namaku Afina Azizah.

Truk berangkat dengan hanya membawa barang kami, sementara kami berjalan ke buper karena jaraknya tak terlalu jauh dari pangkalan gugus depan kami.
Disetiap langkah kami, tak henti-hentinya yel tiap regu dinyanyikan. Dan setiap regu mencoba menyanyikan yel nya untuk menjadi yang paling keras didengar. Selain itu, yel kebanggaan Gudep sebagai pemersatu langkah kelima regu ini juga kami nyanyikan di sepanjang jalan.
Yel kebanggan gugus depan SMP N 1 Baturetno selain tepuk pramuka adalah:
OTO BEMO
“Oto bemo…(bemo oto)
Beroda-roda tiga…(tiga beroda-roda)
Tempat berhenti…(berhenti tempat)
Di tengah-tengah kota…(kota di tengah-tengah)
Panggil nona…(nona panggil)
Naik kereta…(kereta naik)
Nona bilang…(bilang nona)
Tak punya uang…(uang tak punya)
Jalan kaki saja…(kaki jalan saja)”
DOT
“Satu kuplet membeli dot dari karet, membeli dot karet, untuk si kampret, lalala.
Dua membeli dot dari karet, membeli dot dot karet, untuk si kampret, lalala.
Tiga membeli dot dari karet, membeli dot dot dot karet, untuk si kampret, lalala. dst”
11100-11099
“Satu satu..satu kosong kosong satusatu kosong sembilan Sembilan
Kami ini anak pramuka, trisatya janjinya dasadharma syaratnya
Kami datong untuk berlomba
Ikutan jambore ranting
Es…pe…ji.. jaya! Espeji jaya! Espeji jaya!
Huhuha2x Wawawawawawawa!”
sebelas-seratus
“Sebelas seratus sebelas kosong Sembilan-sembilan
Itu nomor gudep kita dari spensaba jaya
Ini regu kita, regunya satria, dari SMP satu baturetno jaya
Ikut lomba-lomba, tuk jadi juara
Walau kalah kita tidak pernah putus asa
S P J S – S P J S
SPensaba JoSs SPensaba JoSs
Sensaba? (joss)”
siwa-siwa horetu
“Siwa-siwa horetu
Horetu-horetu watasiwa
Watasiwa-watasiwa horabatu
Horabatu-horabatu dewahusa
Dewahusa-dewahusa budemu
Budemu-budemu pakdemu
Pakdemu-pakdemu nenekmu
Nenekmu-nenekmu kakekmu
Kek kakek kukukuku kakiku kaku, oh yeah!”
Serta yel-yel lain yang senantiasa menghiasi langkah kepanduan kami.
—–
Pendirian tenda selesai, dan dapur utama berada di tenda regu mawar. Dan inilah saatnya mengikuti serangkaian acara Jambore Ranting III, SMP se Kwarran 11121 Baturetno, kami ikuti secara runtut dan terpadu.
Pionering. Diwakili oleh saya, Viki, Icha, Gadis, dan satu teman lain (yang saya lupa namanya siapa). Kunci pioneering kami adalah ikatan kuat. Dan benar, ikatan kami paling kuat, hingga 1 tim pioneering yang terdiri dari 5 orang semuanya mampu naik ke atas pioneer tanpa menimbulkan sesuatu yang berarti terhadap pioneer/menara kami.
Out bond. Satu per satu permainan mulai dari melewati lubang spider, aku menyebutnya seperti itu karena mirip dengan jarring-jaring laba-laba. Permainan air berantai, bamboo bocor, dan permaian yang lain menjadi sebuah agenda pramuka paling menyenangkan, karena kami diminta memecahkan problem dengan cepat sambil melakukan kegiatan itu. Kuncinya adalah cermat (dasadharma ke 7).
Upacara 14 Agustus, yang seharusnya menjadi upacara memperingati HUT Pramuka, namun malah menjadi ajang pingsan masal oleh beberapa penggalang peserta jamboree.
Mencari jejak. Diperlukan ketahanan fisik, karena pasti melalui perjalanan yang panjang, dan di jalan harus berhenti pada beberapa pos. oh yeah, di situ adalah tempat kami beradu yel-yel dengan regu dari gudep lain. Dan pengetahuan peta-pita kami diuji.
Malam anjangsana sahabat tenda. Dimana kami mendapat amanah untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Nama dan asal teman ditulis di selembar kertas.
Malam api unggun, adalah malam terakhir, dan selalu diliputi acara pensi. Drama. “Salah Kutukan” kami tampilkan dengan sangat memuaskan karena terbukti menyedot banyak tawa di kalangan kakak-kakak pramuka.
—–
Finally.
Pengumuman nilai dan kejuaraan untuk setiap regu. Aku tertunduk lemas karena takut tak bisa membawa anggotaku menjadi yang terbaik meski  kami telah berusaha keras. Dan pasti regu melati mendapatkan nilai tertinggi.
Benar, melati mendapat pin tertinggi untuk regu putrid. Dan tak kusangka, mawar menempati posisi nilai yang ke dua, disususl regu anggrek, lalu regu dari gudep yang lain.
Begitu pula regu putra, urutan satu dan dua diisi pangkalan gudep kami. Namun meski demikian, untuk kejuaraan diambil 1 tertinggi untuk setiap gudep di setiap satuan.
Ya, meski mawar nomor dua, namun SPENSABA tetap nomor satu.
(y) :D

b97fc59c4a909dde20a57201dea0ce9b -aku bangga jadi bagian dari pramuka Indonesia-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s